Pemeriksaan Boraks Secara Kualitatif
DOSEN PMA : Khiki Purnawati Kasim, SST, M.Kes
MATA KULIAH : PENYEHATAN MAKANAN MINUMAN
Pemeriksaan Boraks Secara Kualitatif
Tria Angraeni
PO714221181091
KEMENTRIAN KESEHATAN R.I
POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI SANITASI LINGKUNGAN
II B
2020
A. Dasar Teori
Boraks adalah senyawa dengan nama kimia natrium tetraborat (NaB4O7). berbentuk padat, jika terlarut dalam air akan menjadi natrium hidroksida dan asam borat (H3BO3). Dengan demikian bahaya boraks identik dengan bahaya asam borat (Khamid, 1993). Senyawa-senyawa asam borat ini mempunyai sifat-sifat kimia sebagai berikut : jarak lebur sekitar 171oC. Larut dalam 18 bagian air dingin, 4 bagian air mendidih, 5 bagian gliserol 85%, dan tidak larut dalam eter. Kelarutan dalam air bertambah dengan penambahan asam klorida, asam sitrat atau asam tartrat. Mudah menguap dengan pemanasan dan kehilangan satu molekul airnya pada suhu 1000 C yang secara perlahan berubah menjad asam metaborat (HBO2). Asam borat merupakan asam lemah dengan garam alkalinya bersifat basa, mempunyai bobot molekul 61,83 berbentuk serbuk halus kristal transparan atau granul putih tak berwarna dan tak berbau serta agak manis (Khamid, 2006).
Maraknya kasus zat pengawet pada produk makanan seperti pada mie, tahu, dan ikan asin sungguh memprihatinkan. Dibalik nikmatnya hidangan tersebut, zat kimia berbahaya ikut menyelinap masuk ke tubuh kita. Namun kita sebagai konsumen sulit untuk menentukan apakah makanan yang kita santap mengandung boraks atau tidak.
Zat kimia ini sebenarnya pernah digunakan sejak tahun 1870 sebagai pengawet untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme, khususnya ragi (jamur). Namun, penggunaan boraks pada zaman tersebut terbilang masih dalam batas yang aman.
Kini enggunaan boraks sebagai zat tambahan (aditif) dalam makanan sudah dilarang dalam undang-undang di banyak negara. Termasuk juga di Indonesia. BPOM telah melarang penggunaan zat kimia ini untuk ditambahkan pada makanan.
Pasalnya jika digunakan secara ilegal dengan dosis yang berlebihan, boraks menyimpan bahaya kesehatan yang tak boleh disepelekan. Boraks adalah bahan kimia berbahaya yang seharusnya tidak dicampurkan dalam makanan.
B. Tujuan
Mahasiswa mampu mengidentifikasi kandungan boraks yang ada pada makanan
C. Alat Dan Bahan
a. Tahu mentah
b. Stik bambu/ Tusuk sate
c. Rimpang kunyit/kunyit basah
D. Cara Kerja
a. Siapkan alat dan bahan terlebih dahulu
b. Setelah itu stik bambu ditusuk kerimpang kunyit
c. Selanjutnya stik bambu tadi ditusukkan . pada tahu ( segera ditusuk agar cairan. kunyit yang ada pada stik bambu tidak. kering)
d. Amati perubahan warna pada ujung stik. bambu tersebut
e. Jika berwarna kuning, sampai orange. kemerahan berarti positif mengandung boraks
E. Hasil
Dari praktek pemeriksaan boraks secara kualitatif yang saya lakukan pada sampel tahu mentah hasil yang saya dapatkan yaitu tahu tersebut Negatif mengandung boraks.
F. Analisa Hasil
Pada perlakuan menggunakan stik bambu yang ditusukan ke rimpang kunyit, setelah dilakukan pengujian sampel Tahu mentah tidak menunjukkan terjadinya perubahan warna pada ujung stik bambu. Hal ini menunjukkan bahwa tahu mentah tersebut negatif mengandung boraks, jadi aman untuk di konsumsi.
Kini penggunaan boraks sebagai zat tambahan (aditif) dalam makanan sudah dilarang dalam undang-undang di banyak negara. Termasuk juga di Indonesia. BPOM telah melarang penggunaan zat kimia ini untuk ditambahkan pada makanan.
Pasalnya jika digunakan secara ilegal dengan dosis yang berlebihan, boraks menyimpan bahaya kesehatan yang tak boleh disepelekan. Boraks adalah bahan kimia berbahaya yang seharusnya tidak dicampurkan dalam makanan.
Ketika tertelan, boraks dalam dosis tinggi dapat meracuni semua sel-sel tubuh dan menyebabkan kerusakan usus, hati, ginjal, dan otak. Ginjal dan hati adalah dua organ yang mengalami kerusakan yang paling parah akibat mengonsumsi makanan yang mengandung boraks.
Badan POM RI pun mengatakan hal yang serupa. Dikutip dari laman Badan POM RI, efek jangka panjang yang akan dialami manusia jika mengonsumsi makanan mengandung boraks adalah kerusakan hati bahkan kanker.
Adapun ciri Tahu yang mengandung boraks
a. Bertekstur sangat kenyal, tidak mudah . hancur
b. Berwarna lebih mencolok dari aslinya
c. Beraroma menyengat, bahkan binatang. seperti lalatpun enggan untuk menempel
d. Tidak rusak atau busuk meski sudah. disimpan lebih dari tiga hari di suhu. ruang
G. Kesimpulan
Dari peraktikum yang saya lakukan dapat diperoleh kesimpulan bahwa pada uji boraks menggunakan stik bambu dan rimpang kunyit pada tahu mentah hasil yang didapatkan negatif mengandung boraks, jadi aman di konsumsi oleh konsumen yang membelinya.
H. Saran
Agar lebih teliti dalam pengamatan perubahan warna yang terjadi pada ujung stik bambu, agar tidak salah dalam penilaan apakah makanan yang kita periksa positif mengandung boraks atau tidak.
DAFTAR PUSTAKA
Heniprahesti. 2014.Laporan Praktikum Boraks http://heniprahesti.blogspot.com.
( Diaksespada tanggal Jumat, 24. April 2020)
Risky Candra . 2018. Hidup Sehat Tips Sehat Bahaya Boraks. https://hellosehat.com.
( Diakses pada tanggal Kamis, 30 April 2020)
MATA KULIAH : PENYEHATAN MAKANAN MINUMAN
Pemeriksaan Boraks Secara Kualitatif
Tria Angraeni
PO714221181091
KEMENTRIAN KESEHATAN R.I
POLTEKKES KEMENKES MAKASSAR
JURUSAN KESEHATAN LINGKUNGAN
PRODI SANITASI LINGKUNGAN
II B
2020
A. Dasar Teori
Boraks adalah senyawa dengan nama kimia natrium tetraborat (NaB4O7). berbentuk padat, jika terlarut dalam air akan menjadi natrium hidroksida dan asam borat (H3BO3). Dengan demikian bahaya boraks identik dengan bahaya asam borat (Khamid, 1993). Senyawa-senyawa asam borat ini mempunyai sifat-sifat kimia sebagai berikut : jarak lebur sekitar 171oC. Larut dalam 18 bagian air dingin, 4 bagian air mendidih, 5 bagian gliserol 85%, dan tidak larut dalam eter. Kelarutan dalam air bertambah dengan penambahan asam klorida, asam sitrat atau asam tartrat. Mudah menguap dengan pemanasan dan kehilangan satu molekul airnya pada suhu 1000 C yang secara perlahan berubah menjad asam metaborat (HBO2). Asam borat merupakan asam lemah dengan garam alkalinya bersifat basa, mempunyai bobot molekul 61,83 berbentuk serbuk halus kristal transparan atau granul putih tak berwarna dan tak berbau serta agak manis (Khamid, 2006).
Maraknya kasus zat pengawet pada produk makanan seperti pada mie, tahu, dan ikan asin sungguh memprihatinkan. Dibalik nikmatnya hidangan tersebut, zat kimia berbahaya ikut menyelinap masuk ke tubuh kita. Namun kita sebagai konsumen sulit untuk menentukan apakah makanan yang kita santap mengandung boraks atau tidak.
Zat kimia ini sebenarnya pernah digunakan sejak tahun 1870 sebagai pengawet untuk menghambat pertumbuhan mikroorganisme, khususnya ragi (jamur). Namun, penggunaan boraks pada zaman tersebut terbilang masih dalam batas yang aman.
Kini enggunaan boraks sebagai zat tambahan (aditif) dalam makanan sudah dilarang dalam undang-undang di banyak negara. Termasuk juga di Indonesia. BPOM telah melarang penggunaan zat kimia ini untuk ditambahkan pada makanan.
Pasalnya jika digunakan secara ilegal dengan dosis yang berlebihan, boraks menyimpan bahaya kesehatan yang tak boleh disepelekan. Boraks adalah bahan kimia berbahaya yang seharusnya tidak dicampurkan dalam makanan.
B. Tujuan
Mahasiswa mampu mengidentifikasi kandungan boraks yang ada pada makanan
C. Alat Dan Bahan
a. Tahu mentah
b. Stik bambu/ Tusuk sate
c. Rimpang kunyit/kunyit basah
D. Cara Kerja
a. Siapkan alat dan bahan terlebih dahulu
b. Setelah itu stik bambu ditusuk kerimpang kunyit
c. Selanjutnya stik bambu tadi ditusukkan . pada tahu ( segera ditusuk agar cairan. kunyit yang ada pada stik bambu tidak. kering)
d. Amati perubahan warna pada ujung stik. bambu tersebut
e. Jika berwarna kuning, sampai orange. kemerahan berarti positif mengandung boraks
E. Hasil
Dari praktek pemeriksaan boraks secara kualitatif yang saya lakukan pada sampel tahu mentah hasil yang saya dapatkan yaitu tahu tersebut Negatif mengandung boraks.
F. Analisa Hasil
Pada perlakuan menggunakan stik bambu yang ditusukan ke rimpang kunyit, setelah dilakukan pengujian sampel Tahu mentah tidak menunjukkan terjadinya perubahan warna pada ujung stik bambu. Hal ini menunjukkan bahwa tahu mentah tersebut negatif mengandung boraks, jadi aman untuk di konsumsi.
Kini penggunaan boraks sebagai zat tambahan (aditif) dalam makanan sudah dilarang dalam undang-undang di banyak negara. Termasuk juga di Indonesia. BPOM telah melarang penggunaan zat kimia ini untuk ditambahkan pada makanan.
Pasalnya jika digunakan secara ilegal dengan dosis yang berlebihan, boraks menyimpan bahaya kesehatan yang tak boleh disepelekan. Boraks adalah bahan kimia berbahaya yang seharusnya tidak dicampurkan dalam makanan.
Ketika tertelan, boraks dalam dosis tinggi dapat meracuni semua sel-sel tubuh dan menyebabkan kerusakan usus, hati, ginjal, dan otak. Ginjal dan hati adalah dua organ yang mengalami kerusakan yang paling parah akibat mengonsumsi makanan yang mengandung boraks.
Badan POM RI pun mengatakan hal yang serupa. Dikutip dari laman Badan POM RI, efek jangka panjang yang akan dialami manusia jika mengonsumsi makanan mengandung boraks adalah kerusakan hati bahkan kanker.
Adapun ciri Tahu yang mengandung boraks
a. Bertekstur sangat kenyal, tidak mudah . hancur
b. Berwarna lebih mencolok dari aslinya
c. Beraroma menyengat, bahkan binatang. seperti lalatpun enggan untuk menempel
d. Tidak rusak atau busuk meski sudah. disimpan lebih dari tiga hari di suhu. ruang
G. Kesimpulan
Dari peraktikum yang saya lakukan dapat diperoleh kesimpulan bahwa pada uji boraks menggunakan stik bambu dan rimpang kunyit pada tahu mentah hasil yang didapatkan negatif mengandung boraks, jadi aman di konsumsi oleh konsumen yang membelinya.
H. Saran
Agar lebih teliti dalam pengamatan perubahan warna yang terjadi pada ujung stik bambu, agar tidak salah dalam penilaan apakah makanan yang kita periksa positif mengandung boraks atau tidak.
DAFTAR PUSTAKA
Heniprahesti. 2014.Laporan Praktikum Boraks http://heniprahesti.blogspot.com.
( Diaksespada tanggal Jumat, 24. April 2020)
Risky Candra . 2018. Hidup Sehat Tips Sehat Bahaya Boraks. https://hellosehat.com.
( Diakses pada tanggal Kamis, 30 April 2020)

laporannya sangat jelas dan bahasa yg digunakan mudah dipahami
BalasHapusLaporannya sangat membantu menambah pengetahuan, semoga bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusLaporan sangat bermanfaat dan mudah dipahami 👌
BalasHapusLaporannya sangat membantu dan menambah pengetahuan,semoga bermanfaat bagi masyarakat.
BalasHapusSangat bermanfaat bagi masyarakat
BalasHapusLaporannya sangat membantu karna jelas dan muda dipahami
BalasHapusTrimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak
BalasHapusWah sangat bermanfaat ilmunya.
BalasHapusTrimakasih, laporannya membantu kita untuk mengetahui ada tidaknya kandungan boraks pada makanan. Namun, saran sdikit mngkin bisa dilampirkan dokumentasi pada saat praktikum sebagai penunjang untuk memperjelas cara kerja laporannya.
BalasHapusBermanfaat, ditingkatkan lagi
BalasHapusSangat bermanfaat ilmunya
BalasHapusSangat membantu dan mudah di pahami
BalasHapusSemoga bermanfaat bagi masyarakat🙏
BalasHapusSangat bermanfaat👍
BalasHapusLaporannya sangat bermanpaat
BalasHapuslaporannya bagus
BalasHapusSangat bermanfaat 👍
BalasHapussangat membantu👍
BalasHapuslaporannya bagus dan sangat membantu
BalasHapusSangat cocok utk jadi bahan referensi, di tunggu postingan selanjutnya
BalasHapussemoga bermanfaat bagi masyarakat . referensinya sangan membantu
BalasHapussangat bermanfaat laporannya
BalasHapusSangat bermanfaat👍
BalasHapusSangat membantu
BalasHapusLuar biasa sangat membantu👍👍
BalasHapuslaporannya sangat bermanfaat
BalasHapusTrimakasih sudah berkunjung dan membirikan kritik serta saran.
BalasHapusAnalisa hasil sebenarnya sudah bagus, hanya perlu disempurnakan saja. Karena hasilnya borax negatif baiknya dicantumkan ciri2 bakso yang aman dari kandungan boraks.
BalasHapusDaftar pustaka meskipun ada namun masih sedikit dan dapus dari blogspot sebaiknya dihindari, tdk layak dijadikan literatur tulisan ilmiah, hanya sekedar bacaan umum saja.
Selebihnya good job👍
Trimakasih atas saran dan masukannya bu
Hapus